a

Lorem ipsum dolor sit amet, conse ctetur adip elit, pellentesque turpis.

Yuknabungsaham

Virus Corona Masuk Indonesia, Saham LQ45 Anjlok Lebih dari 3%

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 10 saham di daftar saham Indeks LQ45 terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan sesi I hari ini, (Senin, 2/3/2020). Tekanan terhadap bursa saham domestik dipicu oleh pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan virus corona sudah masuk ke Indonesia.

Indeks LQ45 adalah indeks acuan yang berisi 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penurunan harga saham-saham tersebut, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1% di perdagangan sesi I Senin (2/3/2020) setelah adanya laporan 2 orang warga di Indonesia positif mengidap virus corona.

Saham-saham yang mengalami koreksi lebih dari 3% tersebut antara lain:

  1. PT PP Tbk (PTPP) turun 5,81%
  2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 4,27%
  3. PT Ciputra Development Tbk turun 4,23%
  4. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 4,2%
  5. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 4%
  6. PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) 3,86%
  7. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 3,57%
  8. PT Sri Rejeki Isman Tbk turun 3,5%
  9. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,44%
  10. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,34%

Presiden Joko Widodo mengungkap, dua orang yang positif corona tersebut merupakan ibu dan anak, masing-masing berusia 64 tahun dan 31 tahun.

Jokowi mengungkapkan hal tersebut beberapa menit sebelum penutupan perdagangan sesi I, dampaknya IHSG langsung merosot ke zona merah, dan menutup perdagangan sesi I di 5.397,311, melemah 1,02%. Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat menguat 0,7% di 5.491,135.

Dengan terkonfirmasinya, kasus corona ini ada 66 negara yang terjangkiti corona. Saat ini menurut data arcGis pukul 11:27 WIB ada 89.071 kasus corona secara global.

Sementara korban tewas kini berjumlah 3.044. Sedangkan yang sembuh 45.074.

Corona jenis baru ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China. WHO memberi nama penyakit ini COVID-19.

Presiden Jokowi juga menjelaskan, peralatan rumah sakit tersebut memadai standar internasional. “Kita juga memiliki tim gabungan TNI, Polri, sipil dalam penanganan ini. Kita juga miliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada.”

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran dan memprioritaskan untuk ini. “Karena kalau tidak serius ini sangat berbahaya, karena ini perlu kita waspadai.”

Post a Comment

User Registration

Reset Password