a

Lorem ipsum dolor sit amet, conse ctetur adip elit, pellentesque turpis.

Yuknabungsaham

5 Saham Blue Chip Terbaik untuk Investor Pemula

Saham blue chip adalah kategori saham yang direkomendasikan untuk dipilih oleh para investor pemula. Saham apa saja yang termasuk ke dalam kategori blue chip? Manakah saham blue chip yang memiliki kinerja terbaik? Cerita yang sering terdengar pada kalangan investor pemula adalah mengenai investor-investor yang mendapatkan keuntungan ratusan persen dalam waktu singkat, selain itu pun juga ada investor-investor yang mengalami kebangkrutan dalam rentang waktu yang tidak lama karena salah memilih strategi dan loss karena investasi saham. Kedua cerita yang bertolak belakang ini lah yang sering membuat para investor pemula ragu untuk masuk membeli atau tidak.

Saham Blue Chip 

Saham blue chip adalah jenis saham yang memiliki kualitas terbaik dari perusahaan – perusahaan dengan kinerja terbaik, perusahaan yang masuk kategori mumpuni di bursa, serta memiliki track-record yang baik secara konsisten dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tak jarang saham blue chip menjadi saham yang dipilih menjadi portfolio utama investor-investor institusi serta investor ritel yang ada di bursa. Karena nilai kapitalisasi saham yang sangat besar serta transaksinya yang sangat likuid, saham blue chip memiliki kemungkinan kecil untuk digoreng kalangan tertentu. Berikut saham blue chip terbaik yang bisa dipilih;

  1. BBCA atau Bank BCA
  2. UNVR atau Unilever
  3. BBRI Bank BRI
  4. TLKM atau Telkom Indonesia
  5. ICBP atau Indofood CBP Sukses Makmur

01. BBCA (Bank BCA)

BBCA merupakan kode saham dari Bank BCA. Siapa yang tidak kenal dengan Bank BCA dengan jaringan serta pelayanannya yang terbaik yang bisa diberikan oleh Bank Swasta. Bank BCA merupakan saham dengan nilai kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019, sehingga dapat dibilang saham BBCA merupakan saham yang terbesar di Bursa Efek Indonesia. Nilai kapitalisasi terbesar itu terwujud karena reward yang diberikan oleh para Investor karena kinerja Bank BCA yang memang cemerlang.

Apabila dibandingkan dengan Bank lainnya, Bank BCA masih kalah oleh Bank Mandiri mengenai besaran asset yang dipegang dan masih kalah oleh Bank BRI mengenai profit yang terbesar. Namun, Bank BCA memiliki kemampuan untuk menghasilkan profit yang terbaik untuk para pemegang sahamnya. Hal tersebut bisa dilihat dari rasio perbandingan antara profit dengan asset yang dimiliki oleh BCA, artinya Bank BCA memiliki pengelolaan yang sangat efisian, baik dari sisi profitability, serta kualitas pinjaman yang terlihat dari rendahnya Non-Performing-Loan atau kredit macet.

Indikator kinerja milik Bank BCA lainnya yang dapat menunjukkan kinerjanya yang baik adalah sebagai berikut;

  1. Pertumbuhan kredit (loan Growth) milik BBCA sangat konsisten dengan nilai lebih tinggi ataupun paling tidak, sama dengan industrinya. Pertumbuhan kredit sangat penting karena jumlah kredit merupakan bahan bakar pendorong dari profit sebuah bank. Memiliki kekonsistenan dalam pertumbuhan kredit merupakan perkara yang dibilang tidak mudah mengingat ukuran assetnya yang sangat besar.
  2. Perusahaan dikelola dengan sangat baik, efisien serta prudent. Hal tersebut tercermin dari Return on Asset yang tertinggi dibandingkan Bank lain dalam kelasnya, ditambah dengan angka kredit macet yang rendah dan terbaik di kelasnya.
  3. Manajemen professional yang mengelola Bank BCA sangat baik, selain dapat menjaga kekonsistenan kinerja keuangan, mayoritas pimpinan Bank BCA berasal dari kalangan internal perusahaan yang dapat menunjukkan bahwa pengelolaan SDM dalam perusahaan sangat baik.

Sebagai gambaran, grafik berikut merupakan pergerakan harga Bank BCA dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Terlihat semenjak harga masih sekitar 14000an menanjak naik diakhir tahun kelima menjadi 34000an.

Saham Bank BCA

 02. UNVR (Unilever Indonesia)

UNVR adalah kode saham dari perusahaan Unilever Indonesia, perusahaan yang bergerak dalam bidang FMCG atau Fast Moving Consumer Goods yang terbesar dan terbaik di Indonesia. Masyarakat Indonesia saat ini pun tidak ada yang tidak mengenal produknya, bahkan produknya juga dikenal di dunia seperti Royco, Rexona, Rinso, dsb.

Apabila melihat perkembangan jumlah penduduk di Indonesia yang sudah besar dan semakin meningkat, sangat potensial bagi UNVR untuk menyediakan produk konsumsi ditambah dengan brandnya yang kuat serta dominan dalam market Indonesia. Tentunya brand serta pasarnya yang sangat baik menjadikan UNVR perusahan dengan kinerja keuangan yang sangat efisien apabila kita lihat dari beberapa aspek sebagai berikut;

  1. Ratio perbandingan keuntungan dengan modal perusahaan (Return on Equity) dari UNVR mencapai 142% di tahun 2018 dan sejak tahun 2014, UNVR memiliki ROE yang stabil diatas 100% dengan profit yang selalu meningkat setiap tahunnya. ROE dapat mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit dari setiap modal yang di investasikan oleh para pemegang saham. Apabila melihat angka ROE yang konsisten diatas 100%, maka setiap 1 rupiah yang diinvestasikan oleh para pemodal, akan mendapatkan keuntungan lebih dari modal yang diinvestasikan.
  2. Karena dikelola sangat efisien, Unilever tidak membutuhkan modal tambahan sehingga profit yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai dividen kepada para pemegang saham. Hal tersebut terlihat dari dividen payout ratio atau porsi profit yang dibagikan sebagai dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham telah menyentuh angka 100% dalam beberapa tahun terakhir sehingga keuntungan semua dikembalikan kepada para pemegang saham. Pembagian 100% tersebut jarang ditemui di perusahaan terbuka mana pun di Indonesia, sebuah perusahaan tidak akan membagikan semua profitnya secara utuh kepada pemegang saham apabila kinerjanya tidak baik.
  3. Hutang yang dimiliki UNVR masih kecil dibandingkan asset yang dimiliki, apabila dilihat dari revenue atau pendapatan yang diperoleh beberapa kali lipat besarnya dibandingkan dengan asset perusahaan. Hal ini menunjukkan betapa perusahaan dengan efisien dapat memutar asset yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan.

Berikut grafik 10 tahun terakhir dari UNVR;

Saham Unilever

03. BBRI (Bank BRI)

BBRI adalah kode saham milik Bank BRI, bank pelat merah dengan profit terbesar seantero Indonesia. Bank BRI bergerak dalam bidang pembiayaan khusus kredit usaha mikro, kecil dan menengah yang mendominasi pasar pinjaman di Indonesia. Usia BBRI yang telah lebih dari 100 tahun menunjukkan pengalaman yang Panjang serta kemampuan manajemen kredit UMKM yang sangat mumpuni dan menjadi lawan yang berat untuk competitor. Beberapa indikator mengenai kinerja keuangan BBRI yang baik adalah sebagai berikut;

  1. Pertumbuhan kredit yang konsisten, tertinggi dikelasnya serta nilainya selalu unggul apabila dibandingkan dengan industrinya. Kekonsistenan pertumbuhan kredit diuntungkan oleh pangsa pasar UMKM yang nyaris bergerak tanpa kompetitor.
  2. BBRI memiliki margin keuntungan yang tinggi apabila dilihat dari Net Interest Margin (NIM) yang tertinggi diantara bank sekelasnya disebabkan oleh bunga UMKM yang relatif lebih tinggi. BRI juga sangat efisien dalam pengelolaan kreditnya dengan mempertahankan NPL yang rendah apabila dibandingkan dengan industrinya.
  3. Pengalaman manajemen diatas 100 tahun dalam industri perbankan dengan jaringan hingga ke pelosok-pelosok di Indonesia menjadikan BBRI memiliki kekuatan yang sulit ditandingi oleh para kompetitor yang bermain dalam sektor kredit UMKM. Beberapa penantang dari swasta dan asing sempat muncul, namun para kompetitor mundur karena kalah bersaing.

Berikut grafik 5 tahun terakhir dari BBRI:

Saham Bank BRI

04. TLKM (Telekomunikasi Indonesia)

TLKM adalah kode saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, perusahaan telekomunikasi milik negara dan merupakan salah satu BUMN terbesar. Produk-produk yang bisa kita temui sehari-hari seperti telkomsel, indihome, serta Telkom flexi merupakan produk/jasa yang disediakan oleh bumn ini. Indikator-indikator kinerja yang baik dari TLKM bisa kita lihat sebagai berikut;

  1. TLKM memiliki keunggulan jaringan yang mencapai pelosok-pelosok, merupakan salah satu faktor terberat yang hadapi oleh kompetitor-kompetitornya. Jumlah pelanggan yang terbesar juga menjadi alasan lain bagi kompetitor untuk menandinginya. Modal yang dimiliki juga sangat kuat yang menjadi support penting dalam bisnis telekomunikasi yang membutuhkan modal. Produk yang ditawarkan juga lengkap dan bervariasi dari layanan pascabayar, prabayar, hingga layanan internet lainnya yang dapat meraup berbagai lapis pasar.
  2. TLKM juga rajin dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham setiap tahunnya, bahkan 2018 TLKM memberikan 16.2 T untuk membayar dividen, alias 90% dari profit perusahaan. Sebagaimana logika yang telah disinggung sebelumnya, perusahaan yang konsisten membagikan dividen merupakan perusahan dengan kinerja yang baik karena bila kinerja tidak baik, dividen akan ditahan untuk memperbaiki kinerjanya.
  3. TLKM memiliki profit margin yang berada diatas kompetitornya dan mencatat penghasilan rata-rata dari setiap konsumen tertinggi diantara operator telekomunikasi yang lainnya. Tentu dengan jumlah pelanggan yang juga besar, pendapatan yang didapat juga sebanding.

Ketiga hal tersebut menjadikan TLKM memiliki kinerja keuangan yang unggul apabila dibandingkan dengan para pesaingnya. Berikut grafik pergerakan TLKM dalam kurun waktu 10 tahun terakhir;

Saham Telkom Indonesia

05. ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur)

ICBP adalah kode saham dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ICBP merupakan perusahaan produsen mie instan paling populer di Indonesia yakni Indomie, yang telah merajai industri makanan mie instan selama 30 tahun lebih. ICBP merupakan bagian dari Salim Group yang dimiliki oleh keluarga Salim. Faktor yang mendukung kinerja dari ICBP adalah jumlah penduduk yang sangat besar disertai dengan bonus demografinya menjadikan kebutuhan akan makanan selalu ada. Indomie sendiri merupakan makanan favorit dari semua kalangan sehingga demand atau permintaan dari mie instan akan selalu tumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk. Kinerja keuangan dari ICBP secara garis besar selalu tumbuh dan profitable, sebagaimana dijelaskan berikut;

  1. Pertumbuhan pendapatan perusahaan yang selalu diikuti oleh pertumbuhan laba secara konsisten dari tahun ke tahun seiring dengan bertumbuhnya pasar yang diambil.
  2. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap modal yang disetor oleh para pemegang saham, menunjukkan kinerja yang sangat jauh diatas rata-rata saham industri makanan. ROE yang dimiliki mencapai 21% serta ROA 13.7%.
  3. Selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham dengan Dividend Payout Ratio mencapai 34% alias 34% dari laba mereka digelontorkan untuk dibagi dengan para pemegang saham.

Apabila kita lihat pergerakan harga saham dari ICBP dalam 10 tahun terakhir berikut, sudah cukup menjelaskan mengapa ICBP menjadi salah satu saham favorit di BEI;

Saham Indofood

Simulasi keuntungan pada Saham Bluechip

Berikut rangkuman yang disadur dari channel youtube “Investor receh” yang melakukan simulasi mengenai saham bluechip;

1.      UNVR

Investor receh melakukan simulasi pembelian saham UNVR yang dilakukan pembelian setiap tanggal 1 Januari sebesar Rp 12 juta secara konsisten selama 15 tahun mulai dari tahun 2003. Keuntungan yang akan diperoleh adalah sebesar Rp 1,100,000,000 dari investasi yang dilakukan selama 15 tahun. Pergerakan saham yang terjadi adalah dari Rp 1,940 perlembar di tahun 2003 menjadi 54,400 di awal januari 2018.

2.      BBCA

Investor receh juga melakukan simulasi pembelian saham BBCA secara rutin setiap tanggal 1 Januari sebesar Rp 12 juta selama 15 tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2018. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1,400,000,000 diakhir 2018 dengan return sebesar 3,940% setelah berinvestasi selama 15 tahun. Harga saham bergerak meningkat dari Rp 562 perlembar di tahun 2003 menjadi Rp 22, 275 di awal januari 2018.

Resikonya Besar

Apabila dilihat hasil simulasi tersebut, untung yang diraih oleh investor memang cukup fantastis, namun tetap hal tersebut tidak lepas dari risiko. Risiko investasi dalam instrument saham juga besar, sebanding dengan potensi keuntungan yang bisa diperoleh. Banyak hal yang mempengaruhi harga saham, dimulai faktor jangka Panjang hingga faktor jangka pendek. Salah satu contohnya ASII atau Astra International, salah satu perusahaan terkemuka dengan merajai bisnis diberbagai lini industry. ASII merupakan harga saham blue-chip terbaik di BEI sejak dulunya. Apabila 10 tahun yang lalu seorang investor membeli saham ASII, akan ada kerugian karena harganya yang stagnan. Harga hanya bergerak antara rentang Rp 5000-8000 perlembarnya sebagaimana grafik berikut;

Astra International

Dari kasus ASII tersebut, bisa kita lihat bahwa belum tentu sebuah perusahaan terkemuka dapat menjamin keuntungan dalam investasi saham. ASII merupakan salah satu contoh kerugian akibat harga saham-nya yang stagnan, contoh lainnya adalah BUMI. Tahun 2011 BUMI sempat memiliki harga puncak diangka Rp 3500, namun pada tahun 2015, harga saham sudah terjun diangka Rp 50 perlembarnya. Ada beberapa cara pengelolaan risiko untuk menghindari kerugian tersebut;

  1. Diversifikasi investasi, dengan menempatkan investasi kita diberbagai instrumen. Apabila salah satu instrumen mengalami penurunan nilai, tidak semua kekayaan akan anjlok nilainya. Risiko penurunan harga saham blue-chip akan tetap ada. Pelajarilah instrumen lainnya seperti Reksadana mata uang, Obligasi, Deposito, P2P, dan lain-lain.
  2. Tempatkan dana yang siap untuk tidak digunakan dalam jangka panjang, sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ingatlah bahwa Investasi saham merupakan investasi jangka panjang. Bagi para investor pemula, jangan coba-coba untuk melakukan investasi dalam jangka pendek karena risikonya yang sangat besar.
  3. Pelajarilah investasi saham dengan baik dengan cara memahami pengelolaan risiko dan cara bagaimana mendapatkan keuntungan yang optimum. Analisa fundamental dan pendekatan dari value investing sahangat berguna untuk investasi dalam jangka panjang. Value Investing adalah salah satu metode untuk mencari perusahaan yang baik dengan harga yang murah melalui Analisa fundamental. Investor sukses seperti Warren Buffet atau contoh dari Indonesia adalah Lo Kheng Hong dapat meraihnya melalui metode value investing.
  4. Lakukan selalu monitoring kinerja keuangan perusahaan secara rutin serta konsisten dalam jangka kuartal, saat perusahaan merilis laporan keuangannya.

Cara Membeli Saham Blue Chip

Secara umum, tidak ada perbedaan antara pembelian saham blue chip dengan saham jenis lainnya, yakni;

  1. Lakukan pembukaan rekening saham di broker/sekuritas yang merupakan anggota bursa.
  2. Lakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) di Bank Kustodian (Penampung dana investasi).
  3. Setorkan Dana ke RDN untuk melakukan transaksi perdagangan saham.
  4. Screening dan pilihlah saham blue chip yang diinginkan, lakukan Analisa terhadap saham tersebut.
  5. Lakukan pembelian saham blue chip pilihan tersebut melalui sekuritas yang telah dipilih.
Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham perusahaan dengan kinerja terbaik di bursa saham. Saham blue chip sangat cocok untuk para investor pemula karena memiliki ringkat risiko yang lebih terkendali dengan return yang juga cukup baik. Beberapa contoh saham Blue chip adalah BBCA atau Bank BCA, UNVR atau Unilever Indonesia, TLKM atau Telekomunikasi Indonesia, serta ICBP atau Indofood CBP. Ciri-ciri dari saham bluechip yang paling jelas adalah memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di bursa, karena kinerjanya yang sangat baik, menguasai pasar, serta management tim yang sangat mumpuni.

Saham

Saham Solid

Walaupun saham bluechip merupakan saham dengan kasta terbaik, saham blue chip tetap memiliki risiko karena investasi saham merupakan risiko investasi dengan tingkat yang paling tinggi. Saham blue chip pun tetap ada yang memiliki kinerja yang buruk, sehingga tetap harus dilihat laporan keuangannya. Cara untuk meminimalkan risiko tersebut adalah melakukan diversifikasi, jangan pernah menaruh semua dana dalam satu instrumen investasi atau “don’t put your eggs in one basket”.

Kesimpulan

Lakukanlah investasi saham dalam jangka panjang karena returnnya yang sangat tinggi apabila dilakukan dalam jangka panjang sehingga wajibkan saham dalam salah satu portfolio investasi. Bagi para investor pemula, memilih saham blue chip merupakan salah satu langkah awal yang tepat. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu dalam melakukan pemilihan saham yang akan diambil.

 

Post a Comment

User Registration

Reset Password