a

Lorem ipsum dolor sit amet, conse ctetur adip elit, pellentesque turpis.

Yuknabungsaham

10 Tips Analisa Fundamental Saham Untuk Investor Pemula

Analisa fundamental saham adalah salah satu cara berinvestasi di pasar modal yang bisa mendatangkan keuntungan, rasa aman, serta jaminan untuk hidup dengan tenang. Sayangnya, banyak yang tidak memahami mengenai fundamental dari saham itu sendiri dan terjebak dalam kesalahan. Berikut 10 catatan mengenai bagaimana analisis fundamental saham dilakukan agar memperoleh keuntungan dalam jangka panjang.

 

Analisis Fundamental Saham

Harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh kinerja perusahaan atau emiten itu sendiri. Laporan keuangan perusahaan digunakan sebagai dasar untuk melakukan penilaian atau valuasi nilai saham. Ada tiga hal penting yang harus dilihat, yakni:

  1. Melakukan penilaian atas kinerja dan kondisi perusahaan yang dilihat dari performance keuangan perusahaan, performance harus baik dan berkesinambungan (konsisten)
  2. Penetapan acuan harga wajar saham yang akan menjadi dasar untuk melakukan keputusan jual beli saham perusahaan tersebut.
  3. Memonitor dan melakukan evaluasi kinerja saham secara rutin untuk memastikan saham masih layak untuk diinvestasi atau tidak.

 

Dalam melakukan analisis fundamental pada saham, ada 10 hal pokok yang perlu untuk diperhatikan, yakni;

  1. Pilih perusahaan yang bagus dan solid
  2. Acuan harga saham yang pantas
  3. Margin of Safety (MOS)
  4. Kuasai Laporan Keuangan Perusahan
  5. Perusahaan melakukan pembayaran deviden
  6. Sumber informasi yang digunakan valid
  7. Gunakan Stock Screener
  8. Berinvestasi secara jangka Panjang (longterm)
  9. Memberikan kesempatan pada manajemen untuk bekerja
  10. Mempersiapkan mental

 

1. Pilih Perusahaan yang Bagus dan Solid

Perusahaan yang bagus dan solid ditunjukan dengan kinerja keuangan yang konsisten dan memiliki prospek yang menarik di masa depan, mudahnya pilihlah perusahaan yang seakan-akan bisa beroperasi 1000 tahun lagi. Warren Buffet mengatakan bahwa pilih dan belilah perusahaan yang nyaman untuk dipegang selama 20 tahun, 30 tahun, atau bahkan seumur hidup. Perkataan tersebut diterapkannya dengan memegang saham selama puluhan tahun dan mayoritas tidak pernah dijual.

 

Bagaimana cara menemukan perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut?

 

Gunakan data dari hasil kinerja masa lalu perusahaan untuk menilai perusahaan tersebut bagus atau tidak, data yang digunakan paling tidak selama lima tahun ke belakang. Kinerja masa lalu dari perusahaan tersebut juga digunakan untuk memprediksi prospek kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Terlebih apabila perusahaan tersebut merupakan bidang yang dikuasai. Misalkan seorang bankir akan lebih menguasai perusahaan yang bergerak di bidang perbankan ataupun Lembaga keuangan dibandingkan dengan perusahaan di bidang konstruksi.

Saham

2. Acuan Harga Saham yang Pantas

Tujuan Analisa fundamental dilakukan tidak sekedari untuk memilih perusahaan yang bagus tetapi juga membeli saham perusahaan di harga yang tepat. Belilah saham perusahaan yang memiliki harga jual dibawah nilai perusahaan itu sendiri. Penentuan bagus atau tidaknya, atau murah dan mahalnya sebuah saham, perlu harga acuan. Jangan pernah membeli suatu saham dengan asal-asalan ataupun mengikuti apa kata orang lain. Oleh sebab itu gunakan acuan harga saham yang pantas. Acuan harga ini penting saat pasar sedang dalam keadaan turun, yakni keputusan mengenai membeli atau menjual saham tersebut.

Harga Saham

Dengan adanya acuan harga saham, lebih mudah untuk menentukan aksi yang akan dilakukan, baik itu jual, beli, ataupun tidak melakukan apapun. Jika tidak memiliki acuan, seorang investor dapat dengan mudah terpengaruh oleh gerak pasar yang belum tentu benar dan tidak sesuai dengan kondisi kinerja perusahaan. Ketika orang-orang membeli, investor tersebut ikut membeli dan Ketika orang orang menjual, orang tersebut juga ikutan menjual.

 

Bagaimana sebuah acuan harga ditentukan?

 

Penentuan harga acuan dapat ditentukan dengan dua jenis Teknik, yakni penilaian relatif (relative valuation) dan penilaian intrinsic (intrinsic valuation). Penilaian relatif yakni membandingkan saham perusahan sasaran dengan saham perusahaan lain yang sejenis/sebidang. Indikator yang sering digunakan adalah sebagai berikut;

  • PBV (Price to Book Value): merupakan rasio/perbandingan antara harga saham terhadap nilai buku perusahaan.
  • PER (Price to Earnings Ratio): merupakan rasio perbandingan harga saham terhadap nilai laba bersih perlembar saham atau Earning Per Share (EPS).

 

Penilaian intrinsic (Intrinsic Valuation) dilakukan dengan menilai perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan cash flow di masa depan dan melakukan diskon atas cash flow tersebut untuk menentukan harga wajar.

 

Teknik valuasi tidak selamanya akurat, karena penuh dengan asumsi dan masa depan adalah sesuatu yang sulit untuk diprediksi. Oleh sebab itu, Risiko kesalahan prediksi akan tetap ada. Cara ini meminimalkan risiko atas kesalahan prediksi tersebut, diperlukan margin of safety.

 

3. Margin of Safety (MOS)

Benjamin Graham merupakan tokoh yang memperkenalkan konsep margin of safety dalam bukunya, the Intelligent Investor. Secara umum konsep margin of safety adalah pembuatan buffer dalam mengantisipasi ketidakpastian yang muncul di masa depan. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil yang akan terjadi di masa depan yang tidak dapat diprediksi. Oleh sebab itu, diperlukan MOS terhadap prediksi harga yang telah dibuat.

 

Sebagai contoh, jika ditetapkan acuan harga wajar yang dihitung adalah sebesar Rp 10,000 berdasarkan Analisa fundamental yang telah dilakukan sebelumnya, maka target bukanlah 10,000, melainkan 30% hingga 40% dari harga tersebut. Penetapan persentase dalam MOS tidak ada standarnya karena besarannya adalah subyektivitas dari masing-masing investor, tergantung seberapa keyakinan investor itu sendiri mengenai hasil Analisa yang dilakukannya.

 

4. Kuasai Laporan Keuangan Perusahaan

Dasar dari Analisa fundamental adalah laporan keuangan. Kuasai dengan baik cara membaca serta menganalisa laporan keuangan perusahaan. Setiap sektor industri memiliki keunikan indikator sendiri yang berbeda satu sama lain dalam mencari saham terbaik. Ada beberapa indikator rasio fundamental yang umum digunakan dalam analisis laporan keuangan, yakni:

  • ROE Return on Equity: merupakanRasio atau perbandingan antara laba bersih perusahaan dengan modal yang disetorkan oleh para pemegang saham. Semakin tinggi nilai ROE, maka semakin baik kinerja dari perusahaan tersebut.
  • EPS Earning per Share: merupakan rasio yang menggambarkan nilai laba bersih perusahaan yang dihasilkan per lembar Semakin besar nilai EPS, maka kinerja perusahaan semakin baik. EPS sendiri merupakan dasar perhitungan dari PER.
  • Asset and Liability: Lihat seberapa besar asset perusahaan serta cari tahu apakah asset tersebut cukup produktif untuk menghasilkan laba bersih untuk perusahaan. Perlu diketahui juga bagaimana perusahaan memperoleh asset tersebut, dengan mengambil hutang dari Lembaga pembiayaan atau menggunakan dana internal perusahaan.
  • Debt to Equity Ratio: merupakan rasio perbandingan antara hutang yang dimiliki oleh perusahaan yang dibandingkan dengan besaran modal yang dimiliki. Perlu diketahui juga apalah perusahaan dapat membayar bunga hutang yang tidak memberatkan keuangan perusahaan.
  • Analisa Cash Flow:Cash flow atau arus kas merupakan inti dari sebuah kinerja bisnis, besarannya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan uang. Perlu digarisbawahi bahwa arus kas yang baik adalah arus kas yang diperoleh dari operasional perusahaan dan bukan berasal dari hutang ataupun suntikan modal.

 

Dalam melakukan analisis fundamental melalui rasio-rasio tersebut, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai bisnis perusahaan tersebut. Mulailah pada saham pada sector yang dikuasi dengan baik dan fokuslah dibeberapa saham perusahaan saja agar menguasai laporan keuangannya.

 

5. Perusahaan melakukan pembayaran deviden

Deviden merupakan hasil pembagian keuntungan yang dibayarkan secara tunai oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Deviden penting karena merupakan suatu indikator bahwa perusahaan memiliki keuangan yang sehat serta cash flow yang kuat. Suatu perusahaan bisa saja mencatat profit tetapi belum tentu memiliki cash flow yang kuat karena memungkinkan suatu perusahaan untung besar namun tidak punya cash kenyataannya. Perusahaan yang berkinerja buruk tidak membayarkan deviden karena keuntungan akan digunakan oleh manajemen untuk memperbaiki kinerjanya.

 

6. Sumber Informasi Valid

Sumber informasi yang valid sangat penting untuk dipastikan karena banyak investor yang melakukan pengambilan keputusan berdasarkan berita ataupun rumor-rumor yang beredar. Hal ini sangat berbahaya karena bisa jadi berita yang beredar itu hanyalah kabar burung, sangat banyak isu yang dihembuskan tanpa memperhatikan kinerja keuangan dari perusahaan tersebut. Sumber informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan tersedia gratis pada platform berikut;

  1. Bursa Efek Indonesia (idx.co.id)

Situs Bursa Efek Indonesia atau BEI atau Indonesia Exchange (IDX) memuat segala informasi terbaru mengenai emiten yang telah go public dan terdaftar di bursa karena setiap perusahaan diwajibkan untuk menyampaikan materi informasi mengenai saham ke BEI dan BEI akan mengumumkannya secara bebas dan gratis dalam situsnya. Dalam situs BEI terdapat beberapa dokumen yang berguna untuk melakukan analisis fundamental saham, yakni:

  • Laporan Keuangan yang terbit setiap kuartal dan akhir tahun
  • Laporan Tahunan yang terbit setiap setahun sekali
  • Public Expose yakni pertemuan tatap muka setiap manajemen emiten saham yang berisikan penjelasan kinerja perusahaan seminimalnya setahun sekali.
  • Prospektus merupakan sebuah laporan penjelasan mengenai aksi korporasi yang akan dilakukan oleh manajemen.
  • Laporan Keterbukaan Informasi Perusahaan yakni laporan ke otoritas BEI mengenai aksi korporasi yang dilakukan serta klarifikasi atas rumor yang beredar di bursa yang mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut.
  1. Situs Emiten/Perusahaan yang bersangkutan

Sumber informasi lain yang dapat digunakan secara valid adalah situs perusahaan atau emiten saham itu sendiri. Pada umumnya, perusahaan yang sudah melantai di bursa memiliki tempat khusus di situs mereka yang memuat materi informasi mengenai perusahaan, yakni bagian Investor Relation. Situs perusahaan juga memuat penjelasan dan uraian mengenai bisnis dan perkembangan perusahaan.

 

7. Gunakan Stock Screener

Tahukah bahwa broker saham sudah menyediakan tools untuk melakukan penyaringan informasi mengenai rasio-rasio yang digunakan dalam analisis fundamental? Jadi setiap investor tidak perlu lagi membuka dan memeriksa ratusan saham yang telah melantai di bursa sehingga mempersingkat proses analisis fundamental dan investor dapat lebih fokus dalam membedah laporan keuangan emiten yang dijadikan objek.

analisa fundamental

Tools tersebut bernama stock screener yang berfungsi menyeleksi saham berdasarkan kriteria yang dapat diatur oleh penggunanya. Pada umumnya terdapat banyak kriteria yang dapat digunakan dalam proses seleksi, baik itu market cap, devided, rasio kinerja, bahkan analisis teknikal mengenai saham yang harganya sedang turun ataupun naik. Pengguna pun dapat mengatur kriteria tersebut mengikuti kriteria para investor professional. Berikut contoh stock screener pada broker IndoPremier berikut dengan kriteria yang bisa dipilih;

Pemanfaatan tools tersebut bisa membantu menyeleksi saham dengan kriteria tertentu hingga jumlah yang sedikit dan analisis fundamental bisa dilakukan lebih mendalam pada saham hasil seleksi tersebut sehingga hasil yang diperoleh bisa lebih meyakinkan.

 

8. Berinvestasi secara jangka panjang (Long-term)

Analisis fundamental merupakan metode untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka Panjang, oleh sebab itu jangan lakukan untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi harga harian alias trading harian karena metodenya sama sekali tidak cocok. Analisis fundamental perusahaan fokus kepada perkembangan bisnis dan kinerja perusahaan yang akan berpengaruh pada harga saham. Apabila perusahaan memiliki bisnis dan kinerja yang baik, secara otomatis market akan menilai perusahaan itu juga dengan baik dan harga saham perusahaan tersebut akan naik sesuai dengan kinerjanya, hal yang sama akan berlaku pada kondisi sebaliknya.

 

Harga saham harian bergerak tidak berdasarkan kinerja ataupun perkembangan bisnis perusahaan karena fluktuasi yang ada didasari oleh permintaan dan penawaran jual beli saham yang terjadi pada hari tersebut. Karena itulah harga saham dalam jangka pendek ini bernilai jauh dari nilai seharusnya.

 

Terdapat saran yang perlu dicermati bahwa dengan melihat pergerakan harga saham setiap harinya akan mempengaruhi kondisi psikologi untuk melakukan jual dan beli saham dalam jangka pendek, terlebih pada saat harga saham mengalami fluktuasi. Kuncinya adalah gunakan uang dingin alias uang yang benar benar tidak dibutuhkan paling tidak dalam jangka Panjang. Penggunaan uang dingin tersebut menjadikan investor tidak perlu terburu-buru melakukan transaksi penjualan apabila kondisi saham sedang tidak baik. Perlu dipertimbangkan dengan cermat bahwa alokasi yang diinvestasikan ke dalam saham merupakan uang yang memang akan diinvestasikan dalam jangka panjang karena perspektif yang digunakan dalam analisis fundamental adalah investasi dalam jangka panjang.

 

9. Berinvestasi secara jangka Panjang (longterm)

Ketika analisis fundamental pada laporan keuangan sudah dilakukan secara mendalam dan ditemukan perusahaan yang memiliki kinerja dan prospek yang baik, berikutnya adalah biarkan manajemen perusahaan yang kita pilih untuk bekerja dengan baik dan menghasilkan sesuai dengan yang seharusnya. Sebagaimana sebuah bisnis, para pemegang saham menyerahkan operasional perusahaan kepada professional yakni pada manajemen untuk menjalankan bisnis dan menghasilkan kinerja yang baik. Sekedar saran untuk melakukan evaluasi atas kinerja perusahaan secara kuartal dan tahunan, tidak perlu memperhatikan perubahan harga saham setiap harinya.

 

10. Mempersiapkan mental

Analisis fundamental saham merupakan suatu hal yang tidak sulit untuk dipelajari asalkan mau untuk membaca dan belajar terus menerus karena sumber informasi terdapat dimana-mana, termasuk buku, forum diskusi, ataupun bahan-bahan yang tercecer di internet. Hal yang paling penting dan sulit untuk dipelajari adalah melatih mental dalam penerapan Analisa fundamental karena fluktuasi dan kondisi pergerakan pasar yang tidak bisa ditebak.

mental investor

Warren Buffet pernah mengatakan “Be Fearful When Others Are Greedy and Greedy When Others Are Fearful”, yang berarti kita harus hati-hati Ketika orang lain sedang serakah namun sebaliknya kita bisa serakah Ketika orang lain ketakutan. Hal ini senada dengan maestro investor lokal, Lo Khong Hong (LKH), yang mengatakan bahwa “Invest in bad times. Sell in good times, and you will get rich” alias Membeli saham ketika pasar sedang memburuk dan jual ketika pasar sudah membaik.

 

Kedua orang berpengalaman tersebut menganjurkan untuk para investor agar memberanikan diri membeli saham Ketika pasar sedang turun alias bearish karena harga saham yang berkualitas sedang dijual dengan harga yang murah, ataupun dibawah harga seharusnya. Saham-saham yang memiliki salah harga ini memberikan kesempatan pada investor untuk melakukan pembelian diharga murah dan menjualnya diharga yang mahal.

 

Secara teori sangat mudah untuk dikatakan namun eksekusi sangat sulit untuk dilakukan karena Ketika bursa sedang bearish, semua orang akan berbicara mengenai penjualan saham dan didukung dengan media yang menyiarkan berita negative. Hal yang sulit diterima ketika orang lain berlomba lomba menjual tetapi investor dianjurkan untuk membeli. Keyakinan yang kuat atas saham yang dipilih harus dimiliki oleh setiap investor untuk melawan arus yang terjadi, oleh sebab itu dibutuhkan riset dan pengamatan yang cermat agar muncul keyakinan yang mendalam meskipun harga saham sedang hancur.

 

Kesimpulan

Analisis fundamental merupakan salah satu cara untuk menghasilkan keuntungan dalam berinvestasi saham. Laporan keuangan secara wajib digunakan sebagai dasar Analisa untuk menentukan harga acuan yang pantas terhadap suatu saham.  Terdapat banyak tools yang disediakan oleh broker ataupun di intenet yang dapat digunakan untuk membantu para investor membuat keputusan penjualan ataupun pembelian saham. Hal yang paling sulit dimiliki oleh seorang investor adalah persiapan mental dalam eksekusi hasil Analisa mengenai keputusan penjualan atau pembelian saham yang telah dianalisis.

 

Silahkan mencoba!

 

source: duwitku

Post a Comment

User Registration

Reset Password